Ketahui Jam Olahraga yang Baik dan Manfaatnya

Seiring dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya berolahraga ada banyak sekali pertanyaan tentang jam olahraga yang baik supaya mendapatkan manfaat yang maksimal. Padahal sampai saat ini belum ada patokan pasti kapan waktu yang terbaik. Ada sebagian yang menganggap olahraga pagi merupakan jam terbaik.

Namun ada juga yang beranggapan olahraga siang atau malam hari merupakan waktu yang tepat. Anggapan tersebut tentunya wajar dan sah-sah saja. Pasalnya semua waktu tersebut baik itu pagi, siang maupun malam membawa manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh kamu.

Kapan Jam Olahraga yang Baik?

Perlu diketahui jika sampai saat ini belum ada bukti penelitian yang bisa menjelaskan kapan jam olahraga yang baik. Akan tetapi olahraga sendiri adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Jadi daripada tidak olahraga sama sekali kamu bebas memilih jamnya baik itu pagi, siang maupun malam hari.

Tinggal pilih dan sesuaikan saja dengan waktu yang kamu miliki. Apabila kamu termasuk orang yang biasa beraktivitas pagi hari maka waktu siang bisa menjadi pilihan terbaik. Sebaliknya jika kamu sibuk waktu siang hari maka kamu bisa olahraga saat malam atau pagi hari.

Jadi bisa disimpulkan bila waktu olahraga terbaik ini tergantung pada rutinitas atau kegiatan kamu. Namun, usahakan untuk berolahraga secara konsisten agar mendapatkan manfaat olahraga dengan maksimal. Untuk pilihan olahraga yang bisa kamu lakukan juga beragam mulai dari joging, berenang, bermain bola, bersepeda, yoga dan lain sebagainya.

Untuk informasi selengkapnya, baca di sini ya: https://yoona.id/blog/jam-olahraga-yang-baik/.

Manfaat Olahraga di Jam Olahraga yang Baik

Sebelumnya sudah disinggung jika kamu bisa berolahraga di pagi hari, siang maupun malam hari. Adapun setiap waktu atau jam olahraga yang baik ini mempunyai manfaat tersendiri yang bisa kamu simak berikut ini:

Manfaat Olahraga Pagi

Jam olahraga pagi yang baik biasanya mulai pukul 07.00 hingga pukul 10.00. Jika memilih untuk olahraga pada pagi hari maka manfaat berikut ini akan kamu rasakan:

  • Energi Lebih Banyak. Olahraga pagi yang teratur efektif membantu meningkatkan energi dan mengurangi kelelahan. Saat olahraga biasanya oksigen dan nutrisi akan bersirkulasi dengan lancar pada jantung dan paru-paru. Fungsi sistem kardiovaskular dan daya tahan tubuh juga akan meningkat sehingga kamu akan merasa lebih berenergi
  • Lebih Fokus. Olahraga pagi bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan fokus dan konsentrasi. Jadi dengan melakukan olahraga pada pagi hari kamu tetap bisa fokus sepanjang hari.
  • Meningkatkan Kewaspadaan. Olahraga pada pagi hari akan membantu meningkatkan hormon kortisol. Akibatnya kamu akan jadi lebih terjaga dan waspada.
  • Meningkatkan Mood. Olahraga pagi akan membuat produksi endorfin yang merupakan hormon peningkat rasa euforia lebih tinggi. Dengan begitu pikiran cemas yang kamu rasakan bisa teralihkan dan suasana hati atau mood akan terjaga sepanjang hari.

Manfaat Olahraga Siang Hari

Olahraga pada siang hari dipercaya memberikan manfaat yang baik untuk mengoptimalkan fungsi dan kekuatan otot. Selain itu aktivitas enzim dan daya tahan tubuh juga akan meningkat. Adapun jam olahraga yang baik saat siang hari adalah antara pukul 14.00 sampai dengan 18.00.

Manfaat Olahraga di Malam Hari

Waktu senggang saat malam juga bisa kamu gunakan untuk olahraga karena memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Kualitas Tidur Meningkat. Beberapa penelitian menyebutkan jika olahraga pada malam hari akan membantu tidur agar lebih nyenyak. Kegiatan olahraga tentunya akan membuat kamu kelelahan sehingga lebih mudah tertidur dan tidak sering terbangun saat tengah malam.
  • Menjernihkan Pikiran. Kegiatan olahraga di malam hari ternyata bisa membantu kamu untuk menjernihkan pikiran. Apalagi jika kamu sudah bekerja keras seharian maka olahraga bisa menjadi pilihan terbaik untuk meningkatkan mood dan mengurangi stres.
  • Meningkatkan Performa Fisik. Olahraga malam hari juga bermanfaat baik untuk meningkatkan performa fisik kamu. Selain itu risiko cedera juga lebih kecil dibandingkan jam olahraga lainnya seperti pagi atau siang hari.

Pada dasarnya setiap orang mempunyai ritme sirkadian tubuh yang berbeda. Bahkan waktu luang yang dimiliki juga berbeda. Untuk itulah tidak ada pedoman pasti mengenai jam olahraga yang baik karena semuanya tergantung diri sendiri dan semua jam juga akan memberikan berbagai manfaat. Untuk itulah kamu tidak perlu bingung memikirkan jam dan mulai saja olahraga kapan saja ada waktu dengan konsisten

Sumber:

https://www.kompas.com/tren/read/2022/03/14/150000265/kapan-waktu-terbaik-berolahraga-ini-plus-minus-olahraga-di-pagi-sore-dan?page=all

https://www.alodokter.com/pagi-dan-sore-sama-sama-waktu-yang-tepat-untuk-olahraga

https://health.okezone.com/read/2019/03/05/481/2026031/3-waktu-paling-tepat-untuk-olahraga-jangan-sampai-salah?page=1

Kegunaan dan Tips Memilih Kapas Pembalut

Kapas pembalut tentunya bukanlah hal yang asing bagi kita. Sebagian besar dari kita, utamanya perempuan, terbiasa menggunakan kapas pembalut ketika sedang menstruasi untuk mencegah kebocoran darah mens.

Kapas pembalut juga sering dimanfaat di dunia medis, seperti kapas pembalut luka yang dapat membantu menghentikan pendarahan. Selain itu, kapas uga kerap digunakan sebagai alat dalam mengaplikasikan produk pembersih wajah dan juga toner dalam rangkaian skincare routine sehari-hari.

Apa Itu Kapas Pembalut Dan Fungsinya?

Kapas pembalut merupakan bantalan kapas yang terbuat dari serat kapas. Bahan kapas pembalut terdiri dari beberapa jenis seperti cotton, fleece, bamboo, polyester, flannel, terry, dan microfiber. Setiap bahan ini tentunya menghasilkan jenis dan kualitas yang berbeda-beda dan menyesuaikan dengan fungsi kapas pembalut itu sendiri.

Kegunaan kapas pebalut yang paling umum adalah sebagai pembalut pada saat mentruasi. Biasanya kapas pembalut menstruasi ini terbuat dari bahan cotton atau katun. Bahan katun ini dinilai yang paling sesuai digunakan sebagai kapas pembalut menstruasi karena cukup lembut dan tidak mengiritasi area kewanitaan yang sensitif. 

Penggunaan kapas pembalut berbahan cotton pad untuk pembalut menstruasi ini juga dinilai dapat membantu mengurangi risiko seorang wanita mengalami toxic shock syndrome (TSS), yakni suatu sindrom yang memicu haid berlangsung lebih lama serta gejala PMS yang lebih parah.

TSS ini sendiri disinyalir disebabkan oleh penggunaan pembalut atau tampon berbahan selain katun yang memiliki daya serap super sehingga justru bereaksi dengan tubuh saat menstruasi.

Selain itu, kegunaan kapas pembalut yang lain adalah dalam bidang medis, yakni sebagai pembalut luka jika terjadi pendarahan atau untuk menyeka luka ringan misalnya luka bekas suntik.

Bantalan kapas pembalut juga digunakan sehari-hari dalam proses pengaplikasian skincare routine, yakni dalam pengaplikasian pembersih wajah baik itu berupa milk cleanser, micellar water, dan juga dalam mengaplikasikan toner pada wajah.

Beberapa kapas pembersih dalam kecantikan juga dibuat dengan teknologi dua sisi yang berbeda yakni sisi lembut dan sedikit bertekstur. Hal ini tentunya menjadikan kapas juga berfungsi sebagai alat eksfoliasi wajah.

Tips Memilih Kapas Pembalut

Nah, setelah membaca penjelasan mengenai apa itu kapas pembalut beserta fungsinya, selanjutnya kita akan membahas mengenai tips memilih kapas pembalut.

Tips memilih kapas pembalut tentunya harus disesuaikan dengan tujuan penggunaannya. Kamu bisa memilih kapas pembalut yang lembut dan berbahan katun untuk digunakan sebagai kapas pembersih wajah, atau juga bisa memilih kapas yang memiliki tekstur permukaan berserat yang dapat membatu proses eksfoliasi kulit.

Di samping itu, ada juga tips memilih kapas pembalut untuk menstruasi yang sesuai untuk Kamu. Berikut adalah beberapa hal yang harus Kamu perhatikan ketika memilih kapas pembalut mestruasi:

  • Daya serap

Setiap perempuan memiliki spesifikasi mentruasi yang berbeda-beda. Ada yang aliran darah menstruasinya deras dan banyak, ada juga yang alirannya biasa saja, bahkan cenderung sedikit. Perbedaan ini tentunya menjadikan setiap dari Kamu memiliki kebutuhan kapas pembalut dengan daya serap yang berbeda-beda pula.

Perempuan dengan menstruasi yang deras dan banyak tentunya butuh pembalut dengan daya serap yang ekstra agar tidak mudah bocor. Sedangkan perempuan dengan mentruasi yang biasa saja atau sedikit mungkin hanya butuh pembalu dengan daya serap sedang. Maka selalu sesuaikan pilihan kapas pembalutmu dengan kondisi dan kebutuhanmu. 

  • Ukuran kapas pembalut

Selain daya serap, ukuran kapas pembalut juga perlu diperhatikan. Jika menstruasimu deras dan lancar, menggunakan pembalut yang panjang tentunya akan lebih nyaman serta mengurangi risiko bocor. Namun jika menstruasimu sedang saja, menggunakan pembalut ukuran biasa pun terasa sudah cukup.

Sebagian perempuan juga senang menggunakan pembalut berukuran panjang saat malam hari karena untuk mengantisipasi pergeseran dan kebocoran akibat gerakan yang dilakukan ketika tidur.

  • Bahan kapas pembalut

Kapas pembalut terbuat dari bahan yang berbeda-beda. Kamu hendaknya juga harus memperhatikan bahan kapas pembalutmu karena bisa saja kulitmu bereaksi terhadap bahan kapas pembalut tertentu.

Sejauh ini, kapas pembalut berbahan katun adalah yang paling aman karena cenderung tidak mengiritasi kulit.

  • Aktivitas harian kamu

Dalam memilih kapas pembalut untuk menstruasi, aktivitas harian Kamu juga harus jadi pertimbangan. Pilihlah kapas pembalut yang dapat menunjang aktivitas harianmu dan memberi kenyamanan saat kamu aktif berkegiatan sehar-hari.

Demikian penjelasan mengenai kegunaan dan tips memilih kapas pembalut yang paling sesuai untuk kebutuhan kamu. Semoga bermanfaat.

Keluar Cairan Vagina pada Wanita, Normalkah?

Sebagai perempuan, pernahkah kamu mengalami keluarnya cairan vagina? Dan apakah hal ini menimbulkan pertanyaan serta mungkin kekhawatiran apakah ini merupakan kondisi yang normal atau tidak?

Yuk, terus simak artikel ini untuk tahu penjabaran lebih lengkap mengenai cairan vagina pada perempuan.

Pengertian Cairan Vagina

Keluarnya cairan vagina, atau yang juga dikenal dengan istilah keputihan, sebenarnya merupakan suatu hal yang wajar dan normal terjadi pada wanita. Tubuh wanita memproduksi dan mengeluarkan cairan vagina ini sebagai bentuk upaya “membersihkan area vagina secara alami” dari bakteri dan sel-sel kulit mati.

Cairan vagina atau keputihan yang normal biasanya memiliki ciri berwarna bening atau putih pucat, tidak berbau, kental dan lengket, serta dalam jumlah yang wajar atau tidak berlebihan.

Penyebab Keluarnya Cairan Vagina

Selain sebagai bentuk upaya “membersihkan diri” secara alami, keluarnya cairan vagina juga dapat dipicu oleh beberapa kondisi. Kondisi-kondisi yang biasanya menjadi penyebab keputihan di antaranya adalah:

  1. Masa subur

Masa subur atau yang termasuk dalam siklus menstruasi bulanan wanita dapat menjadi penyebab produksi cairan vagina meningkat. Pada saat memasuki masa subur tubuh memproduksi hormon yang dapat memicu produksi cairan vagina dan menjadikan vagina terasa lebih lembab atau basah.

  1. Terangsang

Produksi cairan vagina juga bisa meningkat secara drastis saat seorang wanita terangsang secara seksual. Kondisi ini membuat vagina terasa jauh lebih lembab dan basah saat terangsang. Keluarnya cairan vagina yang cukup banyak pada saat seorang wanita terangsang ini berfungsi sebagai cairan lubrikasi untuk memudahkan penetrasi penis saat berhubungan seksual.

  1. Infeksi atau penyakit tertentu

Keluarnya cairan vagina umumnya memang merupakan suatu hal yang normal terjadi pada wanita. Namun demikian, pada kondisi tertentu keluarnya cairan vagina juga dapat menjadi indikasi terjadinya infeksi atau penyakit tertentu pada vagina atau organ reproduksi wanita.

Ciri Cairan Vagina yang Tidak Normal

Seperti yang telah dijelaskan di atas, keluarnya cairan vagina umumnya adalah hal yang normal namun di beberapa kondisi tertentu keluarnya cairan vagina juga dapat menjadi indikasi adanya infeksi atau penyakit tertentu.

Beberapa ciri yang harus diwaspadai sebagai kondisi keluarnya cairan vagina yang tidak normal, antara lain:

  • Timbulnya rasa gatal atau panas pada vagina
  • Warna cairan vagina tidak bening atau putih
  • Cairan vagina berbau tidak sedap
  • Cairan vagina keluar secara berlebihan dan kadang disertai keluarnya darah
  • Disertai dengan rasa nyeri atau sakit, serta luka di sekitar vagina

Jika Anda mengalami keluarnya cairan vagina dengan disertai ciri-ciri tidak normal tersebut, artinya Anda perlu berkonsultasi pada dokter.

Kondisi keluarnya cairan vagina atau keputihan yang tidak normal juga bisa dilihat dari warnanya. Berikut adaah idikasinya:

1. Keruh

Jika cairan vagina yang keluar berwarna keruh serta disertai bau amis ini dapat menjadi tanda adanya infeksi bakterial vaginosis. Pada kondisi ini cairan vagina akan keluar lebih banyak setelah berhubungan seks atau sebelum dan setelah masa menstruasi.

  1. Kekuningan keruh

Jika keputihan berwarna kuning keruh dan disertai dengan rasa nyeri pada vagina, kesulitan buang air kecil, dan bahkan hingga pendarahan, kemungkinan ini adalah tanda dari penyakit gonore. Selain gonore, penyakit yang mungkin muncul adalah klamidia. Untuk lebih jelasnya lakukanlah konsultasi pada dokter jika Anda mengalami kondisi semacam ini.

  1. Kuning kehijauan

Cairan vagina yang berwarna kuning kehijauan serta disertai dengan rasa gatal serta bau yang tidak sedap dapat menjadi gejala penyakit trikomoniasis.

Selain itu, penyakit herpes kelamin juga memiliki gejala yang sama yakni keluarnya cairan berwarna kuning kehijauan, berbau tidak sedap, gatal, serta terdapat luka di sekitar vagina.

  1. Kecoklatan dan kemerahan

Jika keputihan berwarna coklat keruh atau kemerahan bisa jadi ini adalah terkelupasnya dinding rahim. Kondisi ini disebut lochia dan bisa terjadi pada wanita setelah melahirkan. Namun jika kondisi ini terjadi saat Anda tidak sedang dalam masa pasca melahirkan, maka segeralah konsultasi ke dokter karena bisa saja ini adalah gejala suatu penyakit serius.

Nah, demikianlah penjabaran mengenai cairan vagina pada wanita. Umumnya keluarnya cairan vagina atau keputihan pada wanita merupakan hal yang normal. Namun demikian, jika keluarnya cairan vagina atau keputihan disertai dengan ciri atau gejala tertentu yang tidak normal maka Anda harus segera berkonsultasi ke dokter untuk memperoleh diagnosa dan penanganan yang tepat.

Kenali Perbedaan Miom dan Kista

Perbedaan miom dan kista sering kali tidak dapat dikenali secara awam. Kedua penyakit ini bahkan cenderung tidak menimbulkan gejala-gejala tertentu di fase awal kemunculannya.

Sehingga butuh pemeriksaan intensif oleh dokter untuk mendeteksi adanya miom atau kista pada fase awal. Baik miom maupun kista biasanya baru menunjukkan gejala-gejala yang signifikan pada saat kondisi penyakit ini sudah lumayan serius dan butuh penanganan.

Dikarenakan sulit membedakan gejalanya di fase awal, orang awam seringkali menganggap miom dan kista merupakan kondisi yang sama. Padahal keduanya merupakan kondisi yang amat berbeda. Lalu apakah perbedaan miom dan kista?

Mari simak penjelasan lebih lanjut dalam artikel ini.

Pengertian Miom dan Kista

Miom dan kista merupakan dua jenis tumor jinak yang dapat menyerang organ reproduksi wanita. Kedua jenis tumor jinak ini merupakan dua kondisi yang berbeda. Salah satu perbedaan miom dan kista yang paling mendasar adalah dari bentuk dan letak pertumbuhannya.

Miom (myoma atau fibroid) merupakan jenis tumor jinak non kanker yang terbentuk pada otot dinding rahim. Sedangkan kista merupakan gelembung atau kantung yang berisi cairan yang dapat tumbuh organ manapun, termasuk organ reproduksi seperti ovarium atau indung telur. Kista ovarium sendiri dapat tumbuh di salah satu ovarium, kanan atau kiri, maupun tumbuh di keda ovarium wanita.

Gejala Miom dan Kista Ovarium

Baik miom ataupun kista ovarium sering kali tudak menimbulkan gejala tertentu di awal pertumbuhannya. Umumnya keberadaan miom maupun kista baru terdeteksi seletah dokter melakukan pemeriksaan.

Namun demikian, jika miom dan kista ovarium ini telah membesar ukurannya atau bisa dikatakan telah memburuk, maka keduanya akan menibulkan gejala-gejala yang dapat dirasakan. Berikut adalah perbedaan gejala miom dan kista:

Gejala pada Miom

Ukuran miom bisa hanya sebesar biji apel, namun juga bisa memburuk hingga ukurannya mencapai sebesar anggur. Beberapa gejala yang timbul akibat miom, antara lain:

  • Nyeri pada perut atau panggul
  • Perut kembung atau terasa bengkak/begah
  • Pendarahan mentruasi yang berlebihan, bahkan di beberapa kasus dapat enyebabkan anemia
  • Sering buang air kecil
  • Tekanan pada anus

Miom juga bisa bertumbuh besar bersamaan dengan masa kehamilan dan dapat mengecil saat setelah selesai masa kehamilan.

Gejala pada Kista Ovarium

Kista ovarium dapat memiliki ukuran yang berbeda-beda, namun umumnya ukuran kista pada ovarium berkisar antara setengah inci hingga 4 inci. Beberapa gejala yang dapat ditimbulkan oleh kista ovarium, antara lain:

  • Nyeri pada perut. Kadang bisa hanya terjadi pada satu sisi perut saja baik kanan maupun kiri.
  • Nyeri pada punggung bawah atau pada paha
  • Nyeri berlebihan saat menstruasi
  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Perut kembung atau bengkak
  • Pendarahan pada vagina
  • Sering buang air kecil, atau justru kadang sulit buang air kecil
  • Masalah pada usus atau pencernaan
  • Kenaikan berat badan

Pada kondisi yang parah, kista dapat pecah dan menimbulkan masalah serius serta tanda-tanda seperti nyeri perut yang sangat parah, muntah, pusing, pendarahan, hingga kesulitan bernafas. Jika kondisi ini terjadi maka perlu penanganan emergensi dari dokter.

Penyebab Miom dan Kista Ovarium

Hingga saat ini penyebab utama munculnya miom dan kista ovarium belum dapat dipastikan. Namun keduanya dapat dipicu oleh beberapa hal yang terakumulasi, termasuk karena faktor genetik, hormon, dan gaya hidup.

Beberapa faktor penyebab munculnya miom antaranya adalah:

  • Faktor genetik atau punya riwayat keluarga yang juga memiliki miom
  • Gaya hidup atau diet yang banyak mengkonsumsi daging merah
  • Obesitas
  • Stress
  • Faktor hormon, terutama bagi wanita yang telah memasuki usia 40 tahun ke atas

Sedangkan beberapa faktor penyebab munculnya kisya ovarium antara lain:

  • Pengaruh kelainan hormon
  • PCOS atau sindrom ovarium polikistik
  • Endometriosis
  • Kehamilan
  • Infeksi panggul yang parah

Perawatan untuk Miom dan Kista Ovarium

Miom dan kista ovarium biasanya tidak membutuhkan perawatan secara khusus. Namun demikian, jika kondisinya makin parah misalnya jika ukurannya membesar atau mengganggu proses reproduksi dan menimbulkan gejala yang parah maka perlu dilakukan beberapa perawatan.

Perawatan yang dapat dilakukan dalam menangani miom dan kista ovarium antara lain:

  1. Melakukan pemeriksaan rutin, terutama dengan USG sebagai salah satu cara mendeteksi miom dan kista ovarium sejak dini. Pemeriksaan rutin ini juga berfungsi untuk memantau kondisi miom maupun kista ovarium. 
  2. Menggunakan kontrasepsi hormonal untuk membantu mengurai terjadinya pendarahan yang berlebihan. Penggunaan kontrasepsi hormonal juga dapat difungsikan sebagai salah satu upaya mencegah miom dan kista.
  3. Melakukan operasi mengangkatan kista.
  4. Melakukan operasi pengangkatan rahim. Hal ini bisa jadi opsi jika Anda sudah tidak berencana untuk memiliki anak lagi di masa depan.
  5. Ablasi endometrium.
  6. Embolisasi fibroid untuk memotong suplai darah pada miom rahim.
  7. Melakukan operasi pengangkatan jaringan kista jika ukuran kista ovarium masih relatif kecil dan aman untuk dilakukan operasi.
  8. Melakukan operasi pengangkatan ovarium. Hal ini jadi opsi terakhir yang dilakukan jika kista ovarium makin parah.

Demikian penjabaran mengenai perbedaan miom dan kista ovarium. Kedua penyakit ini merupakan penyakit yang bisa muncul kapan saja dan terkadang tanpa menimbulkan gejala awal. Oleh sebab itu kita hendaknya mulai membiasakan gaya hidup sehat serta rutin melakukan pemeriksaan jika memungkinkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Fibroid Rahim: Jenis,Cara Deteksi, dan Pengobatannya

Rahim atau uterus merupakan organ penting bagi wanita karena menjadi tempat untuk pertumbuhan janin saat masa kehamilan. Seperti organ lainnya, rahim seorang wanita bisa mengalami berbagai masalah yang menganggu, salah satunya fibroid rahim.

Fibroid adalah gumpalan daging yang terbentuk disekitar rahim dan memiliki sifat non-kanker. Fibroid rahim umumnya dialami oleh wanita pada rentang umur 30-50 tahun dengan ukuran yang beragam. Simak penjelasan berikut untuk mengetahui lebih dalam hal-hal seputar gangguan ini.

Jenis Fibroid Rahim

Ada beberapa jenis fibroid rahim, yaitu:

  1. Intramural Fibroid 

Jenis ini merupakan yang paling umum. Benjolan atau daging akan terbentuk pada didin otot rahim

  1. Subserosal Fibroid

Fibroid jenis ini umumnya tumbuh di luar dinding rahim hingga ke pelvis dan dapat tumbuh hingga ukuran yang cukup besar.

  1. Submucosal Fibroid

Fibroid jenis ini berkembang di lapisan otot bawah pada bagian dalam rahim dan bisa terus tumbuh hingga rongga rahim.

  1. Pedunculated Fibroid (Fibroid Bertangkai)

Jenis ini sangat langka alias jarang terjadi. Fibroid tumbuh di luar uterus dengan batang yang sangat kecil hingga terlihat seperti jamur.

Faktor Risiko

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena fibroid rahim, yaitu obesitas, riwayat keluarga, tidak memiliki anak, menstruasi dini (menstruasi di usia muda), dan terlambat mengalami menopause. 

Macam-macam Deteksi Fibroid Rahim

Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk mendeteksi fibrosis rahim, yaitu:

  1. Ultrasonografi (USG)

Layaknya deteksi berbagai hal di dalam tubuh, diagnosa fibroid rahim juga bisa dilakukan dengan USG. Ada dua jenis metode USG, yaitu transabdominal (deteksi dengan mengarahkan mesin USG atau transducer ke daerah perut) dan transvaginal (deteksi dengan menaruh mesin USG di dalam vagina agar bisa menyorot bagian uterus).

  1. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

MRI merupakan cara lain untuk mendeteksi keberadaan fibroid rahim karena bisa menampilkan ukuran dan posisi secara lebih detail. MRI umumnya digunakan untuk deteksi pada wanita dengan ukuran rahim yang lebih besar atau yang sedang mendekati masa menopause (perimenopause).

  1. CT Scan

CT (Computed tomography) scan adalah metode deteksi yang menggunakan sinar X untuk memunculkan gambaran uterus sehingga letak dan ukuran fibroid bisa diketahui.

  1. Histerosonografi    

Histosonografi merupakan metode deteksi fibroid dengan bantuan alat bernama saline infusion sonogram. Alat ini bisa mendapat gambaran letak dan ukuran fibroid dengan menggunakan air garam steril untuk melebarkan rongga rahim.

  1. Hysteroscopy

Hysteroscopy adalah deteksi dengan menggunakan alat semacam teropong dengan ujung yang memiliki kamera. Alat seperti teropong ini nantinya akan melewati vagina dan leher rahim hingga akhirnya bisa mendeteksi letak dan ukuran fibroid.

  1. Hysterosalpingography (HSG)

Hysterosalpingography adalah metode deteksi dengan menggunakan pewarna untuk memperjelas bagian rongga rahim dan tuba falopii dengan bantuan warna yang kemudian disorot dengan sinar X. Metode deteksi ini berguna untuk melihat apakah tuba falopii terbuka atau tertutup oleh fibroid.

  1. Sonohysterography

Metode deteksi ini dilakukan dengan memasukkan kateter secara melalui vagina lalu menyuntikkan air garam steril ke lubang rahim untuk mendapatkan gambaran letak dan ukuran fibroid. Metode deteksi ini dinilai lebih baik dari USG karena memberikan gambaran yang lebih jelas.

Pengobatan Fibroid

Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi fibroid rahim, yaitu:

  1. Menggunakan obat-obatan yang dapat mengurangi rasa nyeri akibat keberadaan fibroid seperti asetminofen dan ibuprofen.
  2. Konsumsi suplemen yang mengandung zat besi sebagai pengganti saat pendarahan.
  3. Terapi oral dengan menggunakan elogolix untuk mengatasi pendarahan akibat adanya fibroid pada wanita saat mendekati masa menopause. Terapi ini bisa berlangsung hingga 24 bulan lamanya.
  4. Mencegah kehamilan agar bisa mengatasi pendarahan dan asa nyeri akibat adanya fibroid.

Itulah penjelasan seputar fibroid rahim mulai jenis, cara deteksi, hingga beberapa cara pengobatannya.

Yuk,Mengenal Lebih Jauh Tentang Hormon Androgen!

Hormon androgen adalah sekelompok hormon yang berperan dalam sifat-sifat pada pria dan aktivitas reproduksi. Hormon ini mungkin disebut “hormon pria”, tapi kamu perlu tahu bahwa faktanya tubuh pria dan wanita sama-sama memproduksi hormon androgen ini.

Androgen yang paling utama adalah testosteron dan androstenedion. Jenis-jenis ini hadir dalam kadar atau tingkatan yang jauh lebih tinggi pada pria dan memainkan peran penting dalam sifat pria dan aktivitas reproduksi.

Hormon Androgen pada Wanita

Pada wanita, hormon ini diproduksi di ovarium, sel lemak, dan kelenjar adrenal. Fakta menunjukkan bahwa wanita bisa memproduksi terlalu sedikit ataupun terlalu banyak hormon androgen ini. Fakta lainnya lagi adalah salah satu gangguan hormonal yang lebih umum pada wanita adalah gangguan kekurangan ataupun kelebihan androgen tersebut.

Di dalam tubuh wanita, androgen memainkan peran yang penting dalam pubertas serta mendukung proses perangsangan pertumbuhan rambut pada daerah ketiak dan kemaluan. Selain itu, hormon ini diyakini dapat mengatur fungsi organ, seperti tulang, saluran reproduksi, ginjal, otot, hingga hati.

Pada wanita dewasa, hormon androgen diperlukan untuk proses sintesis estrogen, memainkan peran penting dalam pencegahan pengeroposan tulang, dan berperan aktif dalam hal hasrat dan kepuasan seksual.

Gangguan Kelebihan Androgen

Jumlah hormon yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan manusia. Begitupun dengan hormon ini. Jumlah androgen yang terlalu berlebihan akan menimbulkan masalah. Masalah tersebut di antaranya timbulnya jerawat, penipisan rambut di kepala, dan hirsutisme (kelebihan pertumbuhan rambut di tempat tertentu).

Kadar androgen yang tinggi pada seorang wanita juga dikaitkan dengan gangguan dan penyakit lain yang serius. Beberapa penyakit tersebut antara lain kolesterol tinggi, resistensi insulin dan diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi.

Gejala yang umum terjadi pada wanita ketika memiliki tingkat hormon androgen yang tingkat adalah munculnya jerawat, anovulasi, infertilitas, dan beberapa gejala lainnya.

Gangguan Kekurangan Androgen

Tingkat androgen yang rendah pada tubuh wanita dapat menjadi masalah yang besar juga. Hal ini dikarenakan rendahnya kadar androgen dalam tubuh wanita dapat menghasilkan efek seperti minat untuk seks yang rendah, patah tulang, osteoporosis, kelelahan, pengeroposan tulang, dan adanya penurunan rasa kesejahteraan.

Tingkat androgen yang rendah ini dapat terjadi pada wanita di rentang usia berapapun. Akan tetapi, gangguan ini sering terjadi pada saat wanita mengalami masa transisi ke menopause atau biasa disebut dengan perimenopause. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan waktu sebelum menopause.

Kadar androgen pada wanita mulai turun pada saat berusia 20-an. Lalu, pada saat mencapai menopause, kadar androgennya telah turun 50% atau lebih. Penurunan lebih lanjut dalam decade setelah menopause akan menunjukkan fungsi ovarium yang akan terus menurun.

Gejala yang umum terjadi pada wanita ketika memiliki tingkat hormon androgen yang rendah adalah depresi, rasa panas, berkeringat, perubahan suasana hati, dan adanya peningkatan massa lemak pada tubuh.

Perawatan untuk Gangguan Androgen Rendah

Hormon androgen yang rendah akan membuat wanita merasa terganggu saat berkegiatan sehari-hari. Terdapat obat kombinasi estrogen/testosterone yang tersedia untuk wanita dalam bentuk oral dan injeksi. Studi kecil menunjukkan bahwa pengobatan tersebut efektif untuk meningkatkan libido dan energi pada wanita.

Akan tetapi, kamu perlu memperhatikan efek samping yang ada dengan melakukan pengobatan tersebut. Kamu disarankan untuk mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat dan berkonsultasi dengan dokter yang ahli di bidangnya apabila mengalami gangguan hormon androgen yang rendah.

Rasakan 5 Manfaat Tertawa Untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

Bagi kamu yang terbiasa melihat hal-hal bernuansa komedi, secara tidak langsung akan menimbulkan tawa yang bisa terlihat dari ekspresi wajah. Ternyata manfaat tertawa begitu besar terutama untuk menghilangkan stres yang ada di dalam pikiran seseorang karena tuntutan pekerjaan yang dilakukan, atau tuntutan lainnya.

Selain mampu menghilangkan stress, ternyata tertawa juga memiliki banyak manfaat lain terutama bagi kesehatan seseorang, baik kesehatan mental maupun kesehatan tubuh. 

Ingin tahu apa saja manfaat tersebut? simak dengan baik penjelasan yang tersaji dalam artikel berikut ini!

Manfaat Tertawa bagi Kesehatan Tubuh

  1. Mampu Menjaga Berat Badan Menjadi Lebih Ideal

Manfaat dari tertawa yang harus kamu ketahui yaitu mampu menjaga berat badan menjadi lebih ideal, meskipun kamu memiliki hobi makan yang lebih banyak dari orang lain. Kamu tidak perlu khawatir, dengan tertawa, mampu membantu menurunkan berat badan.

Saat tertawa, zat serotonin yang ada di dalam tubuh secara langsung akan terlepas. Perlu diketahui, serotonin sendiri merupakan zat kimia yang mampu menekan nafsu makan secara alami sehingga hal tersebut yang menjadikan tubuh akan terasa kenyang setelah makan.

  1. Mampu Meredakan Rasa Nyeri Secara Alami

Apakah kamu sering merasakan nyeri? Cobalah melihat hal – hal bernuansa komedi yang akan menciptakan tawa pada wajah. Manfaat tertawa lainnya bagi kesehatan yaitu mampu secara alami mampu meredakan rasa nyeri. Mengapa demikian?

Saat tertawa, hormon endorfin pada tubuh secara otomatis akan dilepaskan karena bersamaan dengan munculnya perasaan senang. Tentu, hormone tersebut sangat bermanfaat terutama untuk menghilangkan rasa sakit secara alami sehingga kamu tidak akan merasakan rasa sakit secara berkepanjangan.

  1. Menghalangi Terjadinya Serangan Jantung

Tertawa juga sangat efektif untuk mencegah terjadinya penyakit jantung pada seseorang, dengan menurunkan resiko sebesar 40% pada seseorang. Selain itu, tertawa juga bisa meningkatkan aliran darah yang menuju ke jantung sehingga hal tersebut mampu melindungi pada permasalahan kardiovaskular yaitu terjadinya serangan jantung.

  1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Orang yang mudah tertawa cenderung lebih bahagia dan sehat daripada seseorang yang senantiasa menampilkan raut wajah muram. Disisi lain, tertawa juga bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan pada tubuh karena organ tubuh akan bekerja lebih baik dari biasanya. 

Sistem imun yang kuat sangat dibutuhkan seseorang, terutama pada saat terjadinya perubahan cuaca ekstrim.

  1. Meningkatkan Kualitas Tidur Menjadi Lebih Baik

Manfaat tertawa bagi kesehatan selanjutnya yang bisa kamu rasakan yaitu mampu mengatasi masalah tidur seperti insomnia atau sulit untuk tidur. Saat tertawa akan membantu mengembalikan kualitas tidur menjadi lebih baik karena mampu mencegah terjadinya insomnia, hal tersebut disebabkan karena adanya pelepasan hormon pada tubuh.

Selain manfaat tertawa bagi kesehatan seperti yang disebutkan diatas, dengan tertawa, seseorang akan mendapatkan beberapa manfaat lainnya seperti mampu menjaga kesehatan mental, mampu menjaga kesehatan kulit, terutama kulit wajah, serta manfaat lainnya seperti manfaat sosial.

Tertawa, akan memberikan manfaat sosial bagi seseorang yaitu mampu menjalin relasi dengan orang lain. Disadari atau tidak, seseorang yang terbiasa melakukan tawa, hal tersebut akan menjadi daya tarik bagi orang lain untuk ikut tertawa bersama kamu.

Perasaan senang yang kamu sebarkan melalui tawa, akan mampu menghilangkan stress pada diri orang lain, sehingga hal tersebut, akan menguatkan relasi yang sedang terjalin.

Cara Mudah untuk Tertawa yang Bisa Kamu Lakukan

Untuk mendapatkan manfaat tertawa seperti diatas, terlebih dahulu kamu harus melakukan beberapa hal yang akan memancing tawa, apa saja itu? 

  • Biasakan untuk melihat hal – hal bernuansa komedi atau humor
  • Jangan menjadi orang yang kaku
  • Bersikaplah terbuka pada semua orang

Punya Suami Sendiri? Ini Adalah Berberapa Penyebabnya

Lika-liku kehidupan berumah tangga sangat beragam tantangannya. Salah satu masalah yang umum terjadi adalah istri merasa kesepian meski telah memiliki suami. Banyak faktor yang menyebabkan mengapa hal ini bisa terjadi salah satunya adalah suami terlalu sibuk bekerja.

Jika kamu sedang berada di posisi tersebut, tentu kamu menginginkan solusi agar kesepian dan kesendirian yang saat ini kamu rasa bisa teratasi. Yuk, kenali tanda-tanda dan cara mengatasi kesepian meski punya suami tapi merasa sendiri. Simak ulasan di bawah ini.

Tanda-tanda punya suami tapi merasa sendiri

Idealnya, pernikahan tidak akan kesepian karena telah memiliki pasangan. Namun, kesepian setelah menikah atau berusia lebih dari satu dekade, tidak jarang dialami banyak pasangan. Berikut adalah tanda-tanda kamu merasa sendiri meski punya suami:

  1. Merasa sendiri meskipun sedang bersama. Perasaan ini muncul ketika kamu bersama suami, namun kamu tidak mengerti bagaimana cara memperbaiki tersebut.
  2. Tidak berbicara satu sama lain. Kamu merasa pasanganmu sudah tidak tertarik atau kamu tidak tertarik untuk bercerita kepada pasanganmu. Tindakan tersebut yang menyebabkan komunikasi antar pasangan telah hilang dan bisa memicu kekecewaan.
  3. Mencari alasan untuk menghindar dari pasangan. Kamu mengulur-ulur waktu kerja atau berlembur agar tidak bertemu dengan suami, sibuk bermain sosial media, dan jenis aktivitas lainnya yang menjauhkan kamu dari suami.
  4. Nyaris tidak pernah berhubungan seksual. Sentuhan fisik memiliki pengaruh penting selama pernikahan. Jika kamu dna suami jarang bersentuhan bahkan tidak pernah berhubungan seksual, maka hubungan akan terasa hambar dan kamu rentan merasa kesepian.

Penyebab merasa kesepian meski punya suami

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kamu merasa kesepian dan sendirian selama pernikahan. Berikut adalah faktor-faktor tersebut:

  1. Pekerjaan yang padat
  2. Stress dan depresi
  3. Ekspektasi yang tidak tercapai
  4. Tidak terbuka pada pasangan
  5. Membanding-bandingkan dengan rumah tangga lain

Cara mengatasi kesepian dalam hubungan pernikahan

Semua orang memiliki mimpi agar  hubungan pernikahan yang awet hingga tua. Merasa kesepian selama pernikahan bisa saja menghanguskan angan-angan tersebut. Lantas, bagaimana cara mengatasi kesepian dalam hubungan pernikahan?

  1. Hindari saling menyalahkan satu sama lain.Saling introspeksi sangat penting untuk mengatasi masalah dalam pernikahan. Jika kamu dan suami berkomitmen untuk menyelesaikan masalah tersebut, jangan saling menyalahkan. Lebih baik introspeksi kekurangan masing-masing dan bersama-sama mencari solusi.
  2. Berkomunikasi pada pasangan. Komunikasi adalah kunci menyelesaikan segala masalah. Jangan menghindari pasangan agar masalah tidak memburuk.
  3. Habiskan waktu bersama-sama. Quality time bersama pasangan berpengaruh untuk meningkatkan kualitas hubungan. Mulailah dengan menonton bioskop bersama dan makan malam di restoran.
  4. Minta pertolongan profesional. Jika tips-tips di atas telah kamu terapkan dan belum membuahkan hasil. Sebaiknya kamu mendatangi psikolog bersama pasanganmu untuk mencari solusi.
7 Gaya Ciuman Romantis yang Memabukkan Pasanganmu

7 Gaya Ciuman Romantis yang Memabukkan Pasanganmu

Mempertahankan hubungan tetap manis akan membuat jalinan kamu dan pasanganmu semakin awet. Salah satu caranya adalah dengan memberikan sentuhan fisik seperti berciuman. 

Tahukah kamu, jika gaya ciuman bisa meningkatkan kasih sayang dan membuat hubungan semakin intim? Intip yuk gaya-gaya berciuman yang memabukkan berikut ini.

Gaya Ciuman

Berciuman atau bersentuhan bibir merupakan gestur untuk mengekspresikan kasih sayang dan cinta pada pasangan. Sentuhan tersebut bisa membawa hubungan lebih intim dan bergairah, Percaya atau tidak, gaya berciuman memiliki pengaruh pada keawetan hubungan.

Jenis-jenis gaya ciuman dan maknanya

Sebagian orang mungkin menganggap ciuman sebagai aksi kecil yang biasa saja. Padahal gerakan ciuman memiliki jenis dan arti yang berbeda-beda, loh. Apa saja jenis-jenis gaya ciuman dan maknanya? Simak penjelasan di bawah ini.

1. Cium bibir

Cium bibir merupakan ciuman yang cukup biasa. Namun, ciuman jenis ini bisa mengantarkan pada gerakan ciuman yang semakin panas. Kecup kecil bagian bibir atas pasanganmu dan begitu sebaliknya, lakukan secara bergantian. 

2. French kiss

Ciuman ini mengandalkan lidah, gerakan, bahkan ludah agar ciuman terasa panas. Jangan takut mencoba melakukan jenis ciuman ini.

3. Cium kening

Ciuman tidak melulu bibir dengan bibir. Mencium kening juga bisa membuat hubungan semakin romantis, loh. Cium kening menandakan bahwa kamu peduli padanya dan menyayanginya.

4. Cium leher

Ingin berhubungan seksual? Lakukan ciuman pada leher pasanganmu setelah mencium bibirnya. Ini akan membuat atmosfer menjadi lebih seksi dan panas saat akan melakukan hubungan seksual.

5. Peck kiss

Jika kamu masih merasa asing dengan nama jenis ciuman ini, kamu perlu tahu bahwa ciuman ini sangat umum dilakukan oleh pasangan sebelum melakukan hubungan seksual. Ciuman ini berupa memberi kecupan-kecupan pada bagian wajah atau bagian tubuh lainnya untuk membangkitkan gairah.

6. Lizard kiss

Lizard kiss adalah jenis ciuman yang lebih panas dari french kiss. Kamu bisa memasukkan lidah ke dalam mulut pasangan dan keluar dari mulut secara bergantian.

7. Spiderman kiss

Ya, kamu tidak salah membaca. Ciuman ini menjadi trend di kalangan pasangan karena film Spiderman yang menunjukkan aksi Spiderman dan Mary Jane berciuman. Kamu bisa melakukan ini saat tiduran di atas kasur atau bergantungan saat melakukan fitness.

Manfaat ciuman untuk kesehatan

Dengan variasi gaya ciuman tersebut akan membawa banyak manfaat bagi kamu dan pasanganmu. Berikut adalah manfaat ciuman untuk kesehatan:

  1. Menghilangkan kecemasan
  2. Menghilangkan stress
  3. Meningkatkan hormon bahagia
  4. Meningkatkan imunitas
  5. Meningkatkan otot wajah
  6. Meringankan sakit kepala
  7. Meningkatkan gairah
  8. Menjaga ketertarikan pada pasangan

Cara berciuman dengan sehat

Selain mengetahui variasi gaya-gaya berciuman, kamu perlu memperhatikan cara berciuman yang tepat agar kesehatan tetap terjaga dengan baik. Berikut adalah tips berciuman dengan sehat:

  1. Bersihkan mulut dengan menyikat gigi baik sebelum maupun setelah berciuman
  2. Tidak melakukan ciuman dengan tergesa-gesa
  3. Melakukan variasi ciuman
  4. Tidak berciuman selama sedang sakit

Perempuan Lebih Rentan, Ini 7 Cara Mencegah Osteoporosis

Tahukah kamu kalau perempuan lebih banyak terkena osteoporosis daripada laki-laki? Setidaknya, setengah dari perempuan berusia 50 tahun terkena penyakit tulang ini. Kalau kamu tak ingin menjadi salah satunya, kamu harus tahu cara mencegah osteoporosis.

Artikel ini akan membahas bagaimana cara mencegah osteoporosis. Tak hanya itu, artikel ini juga akan menjelaskan osteoporosis yang sering terjadi pada wanita. Simak ulasannya, yuk!

Osteoporosis pada Wanita

Kepadatan tulang pada wanita mencapai puncaknya di usia 25 hingga 35 tahun. Setelah itu, kepadatan tulang tersebut akan berangsur-angsur menurun.

Menurunnya kepadatan tulang yang berujung pada osteoporosis semakin parah ketika perempuan mengalami menopause. Akibat menopause, kadar hormon estrogen berkurang sehingga kepadatan tulang menurun semakin cepat.

Cara Mencegah Osteoporosis

Ini dia cara mencegah osteoporosis pada wanita dan laki-laki:

  1. Mengonsumsi Suplemen Kalsium

Dalam sehari, manusia yang berusia 18 hingga 50 tahun harus mengonsumsi 1000 miiligram kalsium. Jumlah itu bertambah menjadi 1200 miligram ketika usia perempuan menginjak 50 dan usia laki-laki mencapai 70 tahun.

Kebutuhan akan kalsium bisa dipenuhi dengan makan sayuran hijau, makan ikan terutama salmon dan sarden, serta makan produk dari kacang kedelai. Namun, adakalanya kamu merasa kesulitan memenuhi kebutuhan kalsium harian. Di saat itu, kamu bisa mengonsumsi suplemen kalsium.

Suplemen kalsium tidak boleh diminum terlalu banyak. Orang yang berusia di atas 50 tahun tidak boleh mengonsumsi lebih dari 2000 miligram kalsium sehari, baik dari makanan atau suplemen. Pantangan ini ada kaitannya dengan risiko terkena batu ginjal akibat terlalu banyak kalsium.

  1. Mengonsumsi Vitamin D

Kalsium yang tadi kamu konsumsi akan lebih efektif jika kamu juga mengonsumsi vitamin D. Sebab, vitamin D dapat membantu tubuh meningkatkan penyerapan kalsium.

Vitamin D bisa diperoleh dari sinar matahari, salmon, susu, dan suplemen vitamin D. Khusus suplemen, kamu bisa minum setidaknya 600 IU dalam sehari. Jika kamu berusia di atas 70 tahun, kebutuhan itu meningkat menjadi 700 IU dalam sehari.

  1. Bergerak Secara Aktif

Bergerak secara aktif bisa adalah salah satu cara mencegah osteoporosis yang ampuh. Gerakan yang paling efektif mencegah osteoporosis adalah gerakan menahan beban (weight-bearing).

Misalnya, berjalan, aerobik, yoga, jogging, berlari, naik tangga, menari, olahraga yang menggunakan raket, hingga Tai chi. Aktivitas-aktivitas tersebut bisa membuatmu melawan gravitasi sehingga membantu tubuh memproduksi jaringan tulang yang baru.

Selain latihan weight-bearing, kamu juga bisa mencoba latihan kekuatan (strength-training). Latihan ini membuat otot tulang tertarik sehingga tulang semakin kuat.

Berbagai contoh strength-training yang bisa kamu coba misalnya angkat beban, push up, squat, menggendong anak, menggunakan resistance band yang elastis, serta latihan menggunakan wrist dan ankle weight.

  1. Menghindari Soda dan Alkohol

Soda dan alkohol adalah dua hal yang bisa kamu hindari untuk mencegah osteoporosis. Jika kamu minum soda setiap hari, tulangmu akan semakin rapuh. Ini karena soda mengandung fosfor yang menghalangi tubuh menyerap kalsium.

Sementara itu, jika kamu minum alkohol hingga dua gelas sehari atau lebih, osteoporosis lebih mudah datang padamu.

  1. Berhenti Merokok

Kalau kamu sering merokok, lebih baik menghentikannya sekarang juga. Sebab, rokok bisa membuat tulang keropos bahkan patah. Pada ujungnya, kamu jadi lebih rentan terkena osteoporosis.

  1. Tidak Olahraga Berlebihan untuk Perempuan

Perempuan boleh berolahraga, tetapi tidak perlu sampai berlebihan. Mengapa? Sebab ketika kamu olahraga terlalu intens, tulangmu lebih rentan keropos dan jadwal menstruasimu lebih mudah terganggu. Kalau menstruasimu tak lancar, kadar hormon estrogen akan berkurang sehingga kepadatan tulang pun akan berkurang juga.

  1. Mengonsumsi Obat dari Dokter

Ada obat-obatan tertentu yang bisa kamu konsumsi untuk mengurangi risiko osteoporosis. Biasanya, dokter akan memberi obat ini jika terbukti kamu lebih berisiko terkena osteoporosis. Karena itulah, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Melakukan hal-hal yang mencegah osteoporosis akan menyelamatkan tubuhmu di hari tua kelak. Jika kamu ingin tetap beraktivitas dengan lancar ketika lanjut usia, kamu bisa melakukan cara mencegah osteoporosis mulai dari sekarang.